MANAMPUANG, Tradisi Unik Idul Adha Yang Turun Temurun Di Surau Baru Nagari Gadut Tilatang Kamang.

Spread the loveKONTRAS INDEPENDENT MEDIA SARANA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIK Agam, KoiN. Hari raya Idul Adha sangatlah besar maknanya bagi penganut agama islam, salah satunya..

2 menit

Read Time

Spread the love

KONTRAS INDEPENDENT MEDIA SARANA RESTORASI DAN INFORMASI PUBLIK

Agam, KoiN.

Hari raya Idul Adha sangatlah besar maknanya bagi penganut agama islam, salah satunya makna kurban hewan dengan membagikan dagingnya terhadap fakir miskin serta lapisan masyarakat lainnya sistem memakai kupon yang dibagikan oleh panitia sebelumnya.

Namun alangkah uniknya sebuah tradisi turun temurun yang dilakukan oleh pengurus Surau Baru dijorong Aro Kandikir, kenagarian Gadut, kecamatan Tilatang Kamang, kabupaten Agam terhadap warga sekitar, dengan membagikan daging Qurban tersebut secara MANAMPUANG alias menampung langsung tanpa memakai kupon.

Dan konon tradisi tersebut sudah terjadi dari awal surau(mushala) itu didirikan sekira tahun 1950an hingga sekarang, pengurus Surau Baru tersebut, Mak Malin panggilan akrabnya mengakui bahwa kebiasaan MANAMPUANG itu sudah menjadi turun temurun,

“Memang benar cara seperti yang dilakukan oleh pengurus Surau dan panitia Qurban sudah menjadi tradisi bagi leluhur hingga masa mendatang,” ucap Mak Malin saat diwawancarai awak media KoiN (29/06) usai penyembelihan.

Senada juga disampaikan oleh Fauzi Aziska putra daerah Aro Kandikir – Gadut kepada awak media KoiN tentang tradisi unik kegiatan Idul Adha tersebut adalah wujud kekompakan dan persaudaraan antar sesama muslim,

“Dengan adanya cara MANAMPUANG itu, adalah sebagai wujud kekompakan persaudaraan tanpa perbedaan dalam pembagian daging Qurban tersebut,” ungkap Fauzi.

Ditambahkan Fauzi,”Dalam jumlah warga berkisar lebih kurang lima ratusan yang ikut dalam kegiatan MANAMPUANG itu, diantaranya tua muda, juga anak-anak dengan pembagian yang sama rata dan adil, semoga tradisi kita yang seperti ini akan lestari untuk selamanya,” terang ketua Dewan Pimpinan Daerah(DPD) Gerakan Ekonomi Budaya( GEBU) Minang di kabupaten Pasaman.

Sementara Erman(En) warga pribumi Aro Kandikir – Gadut perantauan dinegeri Jihan alias Malaysia ikut hadir dalam rangka pulang kampung bersama merasa terharu menyaksikan kegiatan unik tersebut,

“Saya merasa terharu sekali menyaksikan tradisi yang tidak ditemukan di tempat lain, akan pembagian secara MANAMPUANG itu terlihat adanya kekompakan saling berbagi antar sesama warga dan muslim,” papar En panggilan akrabnya. (Bramdenny).

About the Author

Easy WordPress Websites Builder: Versatile Demos for Blogs, News, eCommerce and More – One-Click Import, No Coding! 1000+ Ready-made Templates for Stunning Newspaper, Magazine, Blog, and Publishing Websites.

BlockSpare — News, Magazine and Blog Addons for (Gutenberg) Block Editor

Search the Archives

Access over the years of investigative journalism and breaking reports

You cannot copy content of this page