Konflik Mafia Tanah Ulayat Di Pasaman Barat Belum Berakhir

Spread the love

KontraS Independent Media Sarana Restorasi Dan Informasi Publik

www.kontrasindependent.com –27 Januari 2023 – PASBAR – Kehadiran Erros Djarot ketum GBN di Pasbar yakni untuk mengajak tokoh-tokoh masyarakat Minang Kabau dalam mempertahankan HAK tanah Ulayat yang di dzolimi Oleh Mafia tanah yang di kelola , PT PMJ dan KUD Dastra Kinali Perusahaan PT Wilmar Group di Pasaman Barat, yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit seluas 2, 462,2 Ha, milik Ulayat adat Nagari koto baru yang telah berproduksi kurang lebih selama 25 Tahun.

Ket : foto by Tim KoiN Regional Sumatera Barat.

“Setelah sekian lama dikelola hingga kini, namun tidak ada sepeserpun kontribusi dari hasil kebun tersebut terhadap masyarakat Adat Luhak saparampek Nagari koto Baru Simpang Tigo,” ucap Sahrul Ramadhan seusai acara pertemuan dengan Erros Djarot di Bandara Minang Kabau,kamis (26/01/2023).

Erros Djarot ketum GBN mengatakan “kunjungan ke Sumatera Barat dalam rangka acara pertemuan dengan pihak Ninik mamak Adat koto baru Simpang tigo dan para masyarakat Sumbar kini, ingin menyatukan persepsi dengan Ninik mamak Adat Yang sudah terpecah-pecah, akibat adanya kepentingan pihak-pihak yang mencari kesempatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi nya” ucapnya.

“Sehinga HAK-HAK masyarakat di Zolimi selama ini sudah melanggar UU. Untuk itu Erros Djarot Ketum GBN mengajak tokoh2 Masyarakat ADAT Minang Kabau Bersatu kembali dalam menuntut hak-hak kita yang di Ambil oleh Mafia tanah Ulayat yang di jadikan untuk perkebunan kelapa sawit. Hingga sampai saat ini tanpa ada kontribusinya kepada pihak sipenilik Tanah Ulayat Adat dalam bentuk apapun dari hasil kebun tersebut.dari pihak pengelola tanah Ulayat terbut,” ungkap Erros jarot . untuk itu saya mengajak tokoh-tokoh Masyarakat ADAT Minang Kabau Bersatu dalam menghadapi Tuntutan kita ke pada pihak pengelola tanah Ulayat terbut.(SB)


barcode kontras