Ponpes Yatim Du’afa Miftahul Munir Bertambah, Kebutuhan Makin Meningkat

Spread the love

Kontras Independent Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik 

Ket foto : Anak-anak Yatim dan Du’afa PP Miftahul Munir perlu perhatian dan ukuran tangan dari donatur.

www.kontrasindependent.com Malang- Sehubungan dengan perkembangan Pondok Yatim Piatu dan Du’afa Mifathul Munir Kalipare semakin meningkat pasalnya kenaikan kelas berapa bulan lalu disertai beberapa anak mengalami kelulusan dari SD, ke SMP, dari SMP ke SMA dan dari SMA ada yang berhenti dan ada pula yang ke jenjang perguruan tinggi.

Selain biaya pendidikan, kebutuhan belanja harian kebutuhan lain-lain selama ini persentasenya berasal dari para donatur.

Pondok Yatim Mifathul Munir yang berdiri sejak 2017 lalu yang berada di bawah naungan Yayasan Almunir Kalipare itu di bawah asuhan sekaligus Pendiri KH. Abdul Kholiq (Lora Abdul Kholiq) bin Kholel Munir Putra sulung dari Kyai Kholel Munir Kajuanak Galis Bangkalan Madura.

Dengan berjalannya waktu pondok yang bernuansa sosial alias gratis dari segala hal itu untuk yatim dan Du’afa memang menjadi program dan inisiatif Lora Abdul Kholiq dari dulu.

Beliau mencanangkan pondok yatim Du’afa gratis tersebut karena di malang selatan Khususnya Kecamatan Kalipare dan sekitarnya belum ada jadi beliau menciptakan dan mendirikan yayasan Almunir dengan membangun Ponpes Miftahul Munir.

Tujuannya adalah agar anak-anak Yatim dan orang tidak mampu bisa di tampung di pondok tersebut guna meringankan beban hidup keluarganya yang notabene, tidak ada bapak atau ibunya itu.

Adapula kedua orangtuanya masih lengkap akan tetapi putus sekolah dan tidak disekolahkan karena ketidak mampuan dalam perekonomiannya (Fakir Miskin) 

Lora Abdul Kholiq atau sering juga disebut Gus Kholiq pernah menyampaikan Kepada Jamaah Al-Munir atau terkait berdirinya pondok tersebut beliau juga punya tujuan sebagai tempat barometer dan persinggahan para jamaah Al-munir yang berada di berbagai wilayah, Jakarta, Jawa tengah, Jawa Timur, Surabaya, Malang dan Madura bisa memiliki tanggung jawab bersama-sama dengan keberadaan anak-anak yatim.

“Beliau juga berharap umumnya bagi seluruh Umat Islam dari manapun itu adalah tanggung jawab kita bersama, kejahteraanya itu ada sebagian Rizki kita yang lebih itu termasuk haknya anak yatim dan fakir miskin,” ujar cucu KH . Abu Bakar yang di kenal kewalianya di pulau Madura.

Berkaitan dengan adanya pondok tersebut menurut ketua Pengurus Pondok Yatim Miftahul Munir Utsman Bin Muhammad Yasin yang juga penulis Berita ini, saat ini kebutuhan anak-anak yatim semakin meningkat yang jelas kebutuhan sehari-hari biaya belanja, beras dan kebutuhan pendidikan anak-anak tersebut tentu sangat besar.

Jadi sekali lagi mohon kiranya kepada para donatur disetiap alini kiranya bisa membantu dengan keikhlasanya dalam biaya kebutuhan yatim dan Du’afa Mifathul Munir Kalipare Kabupaten Malang Jawa timur.(Utsman)

Publisher : Utsman Pimpinan Liputan Nasional Kontras Tv dan Online.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *