Minimnya Lampu Penerangan Jalan Di Pusat Kota Kabupaten Pasaman Barat Mengakibatkan Banyak Kecelakaan

Spread the love

KontraS Independent Media Sarana Restorasi Dan Informasi Publik

www.kontrasindependent.com – 30 Januari Pengelolaan dan pengawasan penerangan lampu jalan di Kabupaten Pasaman Barat patut di pertanyakan, pasalnya banyak Masyarakat Pasaman Barat mengatakan bahwa, “untuk anggaran biaya penerangan lampu jalan umum itu kami sudah bayar pajak dan di potong setiap penagihan. Namun, penerangan lampu jalan di Pasaman Barat banyak yang tidak ada, seperti di Jalan KKN simpang empat tepat nya pusat Kota kabupaten Pasaman Barat,” ungkap salah satu warga.

“Dan juga bahaya nya sudah banyak korban kecelakaan di Jalan tersebut, karena gelap tidak ada lampu dan juga kejahatan sering terjadi akibat lampu mati sehingga menjadi gelap karena banyak yang rusak dan tidak kunjung diperbaiki. Adapun lampu yang dipasang itu watt nya terlalu kecil seperti lampu kekurangan daya, padahal didalam kontraknya satu lampu harus 120 watt. Namun ternyata di pasang lampu kecil sekali, karena tidak sesuai kontrak yang di pasang untuk lampu penerangan jalan, masyarakat menduga adanya kongkalikong dengan Pihak pengelola,” terang Misran.

“Adapun lampu yang rusak tersebut sudah berulang kali dilaporkan oleh masyarakat. Namun, tidak ada tanggapan sama sekali dari pihak pengelola,”lanjut Misran, Jum’at (30/12/2022).

Kadis perhubungan kabupaten Pasaman barat, Bakaruddin mengatakan, “bahwa untuk penerangan jalan umum kami hanya melakukan pengawasan untuk PJU penerangan lampu jalan umum. Terkait dengan pemakaian daya PJU itu, kita minta kepada pihak PT. PLN untuk dapat memasang meterisasinya di setiap tiang PJU listrik PLN biar jelas berapa arus yang terpakai untuk dapat di ketahui oleh masyarakat,” pungkas Bakaruddin.

Gito selaku Manager PLN Simpang Empat Pasaman Barat mengatakan, “untuk penerangan lampu jalan umum itu kami kedua belah pihak dari Pemda Pasaman Barat Dan Pihak PT PLN Persero, hanya melakukan kerjasama dengan PLN dalam bentuk jual-beli arus listrik. Berapa Daya yang terpakai oleh PJU itulah yang kami tagih, sesuai dengan pembayaran listrik, baik melalui pembayaran token ataupun tagihan langsung. Jadi kami hanya menjual arus daya listrik untuk pelanggan kontraktor PJU yang kerjasama dengan Pemda. Kalau untuk pengadaan barang perlengkapan alat-alat lampu, semua itu dari pihak Pemda yang mengelolanya di Dinas Perhubungan Pasaman Barat,” ungkap Gito selaku Manager PLN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *