Asyik Bermain Handphone Tewas disambar Petir


Kontras Independent Media Sarana Restorasi Dan Informasi Publik

Www.kontrasindependent.com 30/03/2022

Kontras Independent lumajang l Nasib Naas dialami seorang pria Rizal Muhaimin(28) tahun,warga asal Dusun Rowobaung, Desa Pronojiwo Kecamatan Pronojiwo Lumajang Jawa timur ,yang sedang asyik bermain Handphone (HP) dan berteduh karena hujan sehingga tewas ditempat seketika akibat disambar petir dengan Hanphone yang tergeletak di sampinya pada Minggu (20/03/2022).

Seorang remaja diduga tewas seketika usai disambar petir saat berteduh di sebuah warung tepatnya di tengah hutan jati Dusun Bulak Manggis Desa Sumberejo kecamatan Candipuro.

Kejadian tersebut bermula ketika korban bersama 3 orang lainnya yang tengah melintas dengan sepeda motor menuju kerumah teman nya yang berada di desa Jarit Lumajang.

menurut saksi dari kedua teman korban, Didin Kurniawan, bersama Muliono, menjelaskan saat perjalanan tiba-tiba hujan lebat turun sehingga Mereka pun menepikan kendaraannya,dan berteduh di sebuah gubuk bekas warung kopi.saat itu korban diduga bermain Handphone (HP) ditengah guyuran hujan yang lebat dan petir.

Tiba-tiba saja petir menggelegar menyambar korban sehingga Teman-teman korban sempat berlari saat itu. Setelah keadaan tenang, diketahui jika korban telah tewas.Korban tergeletak dalam kondisi terbujur kaku dan kulit membiru. Bahkan, sambaran petir itu juga merusak tiang dan atap gubuk.

Tubuh korban mengalami sejumlah luka bakar di sekitar dada rambut di atas telinga sebelah kiri dan kaki kiri,saat itu juga korban langsung dilarikan ke Puskesmas untuk dilakukan pemeriksaan.

Sementara itu menurut Murdiono, sebagai Kepala Desa Pronojiwo menjelaskan, jika korban bernama Risal yang meninggal itu adalah benar warganya. pihaknya juga menerangkan jika saat dikonfirmasi tim Kontras Independent Lumajang,saat sedang perjalanan menuju ke tempat lokasi kejadian, guna evakuasi korban, namun masih terkendala antrian banjir di jalur pintas, tepatnya Curah kobo’an Desa Supiturang Kecamatan Pronojiwo.

“Benar mas itu warga saya, ini saya sedang menuju TKP bersama keluarganya, masih antri karena banjir di Curah kobo’an,”Pungkasnya.(Shlr)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *