Saat dikonfirmasi Dugaan Oknum Jaksa Memeras kadis di Padang Sidimpuan,
” Kajari No Coment “.

Foto Gambar By ~ Kacab Regional KoiN Tapsel .

kontras independent media sarana restorasi dan informasi publik

Www.kontrasindependent.com.2/02/2022

Kontras independen Padang SidimpuanlPasca viralnya video rapat kerja Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI bersama Jaksa Agung, Kepala Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan fokus pada laporan pengaduan yang sedang ditangani demi kepastian hukum. Rabu(2/2/2022). 

Saat konferensi pers di Gedung Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan, di Jalan Serma Lian Kosong, Padangsidimpuan Utara, Hendri Silitonga, Kajari Padangsidimpuan, tidak memberikan komentar terkait pernyataan Arteria Dahlan, Anggota Komisi III, DPR RI, yang mengatakan bahwa ada balas dendam jaksa terkait pemeriksaan salah satu Kepala Dinas di Kota Padangsidimpuan. 

“Barangkali gini ya, saya sementara ini saya fokus masalah pemeriksaan ini, terkait dengan Arteria Dahlan ya, saya gak kasih koment karena fokus kita yang utama adalah kasus yang kita tangani sekarang berdasarkan adanya laporan pengaduan,”tutur Hendry Silitonga. 

Lebih lanjut, Hendry memberikan saran agar menanyakan langsung ke pihak yang bersangkutan atas adanya dugaan pemerasan yang diduga di lakukan oleh oknum jaksa. 

Terkait adanya lontaran yang disampaikan Pengacara Sopian Subri Kadis Kesehatan Kota Padangsidimpuan, yakni Razman Arif Nasution yang menyatakan  adanya pihak-pihak oknum yang memeras Kliennya dalam kasus dugaan korupsi Pengelolaan Belanja Tidak Terduga (BTT) Covid-19 pada kegiatan operasional monitoring Covid-19 Tahun Anggaran 2020 di Dinas Kesehatan Kota Padangsidimpuan, Kepala Kejaksaan Negeri Padangsidimpuan Hendry Silitonga mengukapkan bahwa Tim penyidik fokus pada pemeriksaan. Terkait dengan itu saya No Coment. 

“Tanya aja sama yang bersangkutan,”tegasnya. 

Sementara itu, saat di tanyai kerugian Negara dan kemana saja aliran dana tersebut mengalir, Kajari mengatakan nanti dilihat pada proses pemeriksaan lanjutan kasus yang sedang di tangani oleh Kejari Padangsidimpuan.

Terlalu dini kita berbicara masalah kemana kemana nanti kita lihat proses pemeriksaan lanjutan,”Nanti kita buka kalau ada perkembagan, tutup kajari. (BR) 

Publiser : Mila / Munir

Media Sarana Restorasi & Informasi Publik


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *