Sejarah Berdirinya Ponpes Yatim Piatu dan Du’afa Miftahul Munir Kalipare

Bay Foto Utsman : Gedung Ponpes Miftahul Munir Kalipare.

Saksi Sejarah Penulis dan Jama’ah Almunir Sunter Jakarta Utara.

www.kontrasindependent.co Malang- Mengulas tentang sejarah berdirinya Ponpes Yatim Piatu dan Du’afa Miftahul Munir Jl. Raya Jendral Sudirman Krajan Kalipare Kab. Malang Jawa Timur.

Seiring dengan perputaran antara bumi dan langit melalui porosnya, “Saya penulis Berita ini sekaligus salah satu Jama’ah Almunir yang terbentuk sekitar 21 Tahun yang lalu di salah satu Rumah Makan Padang Sunter Podomoro Tanjung Priuk Jakarta Utara pengelolah Yunus alias (Holberi),”.

Singkat cerita awalnya Kyai Abdul Kholik (Ra Kholik) pada Tahun 2001 pernah bermain ke rumah makan Padang milik Yunus dengan sahabat karibnya Bustomi Yahya asal Pitrang Kalipare Malang, disitu bertemu dengan Holbari panggilan akrabnya (Yunus), dan Muhammad Darwis beserta Baidawi.
Foto II : Kyai Abdul Kholiq bersama Yatim Almunir.

Berawal dari pertemuan ke Empat orang tersebut merambah pada rekan, Sahabat dan puluhan jama’ah Almunir yang ikut serta bergabung dalam kegiatan Rutin Malang Jum’at yakni Yasinan dan Baca Tahlil bersama yang di awali dengan Tawassul (Mendo’akan para Ahlil Kubur).

Jama’ah Almunir saat itu hadir dari seluruh JABOTABEK (Jawa Barat, Bogor, Tangerang dan Bekasi) intinya dari wilayah Jakarta sekitarnya bergabung saat itu, akan tetapi mayoritas Jama’ah berasal dari pulau Jawa, yakni Jawa tengah, Jawa Barat, dan Jawa Timur (Madura, Malang dan Surabaya).

Sedikit penjelsan dari Jama’ah tertua Holbari atau panggilan Akrap Yunus asal Dusun Pitrang Kalipare Kabupaten Malang Jawa Timur, bahwa perjalanan Jama’ah Almunir sampai sekarang sudah 21 Tahun mulai Tahun 2001. Dari Sunter Podomoro Jakarta Utara sedikit cerita terbentuknya Jama’ah Majlis Ta’lim Almunir dengan meliputi pait manisnya perjalanan masa itu.
Foto III : Kyai Abdul Kholiq bersama Jama’ah Al-munir.

Lain tempat salah satu Jama’ah Almunir mantan ketua Umum pada Era Tahun 2002 An saat di Sunter Podomoro Muhamad Darwis menyampaikan ” Saya suka ungkap sejarah Al-munir ini guna mengingatkan pada semua Jama’ah bahwa perjalanan Almunir ini cukup panjang hingga tercetusnya Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Du’afa Miftahul Munir Kalipare yang berdiri bangunan di atas tanah Waqof dari Almarhum Kyai Abdul Mannan dan pondok tersebut berada di bawah Naungan Kyai Abdul Kholiq Bin Kyai Holel Munir,” ungkapnya.

Lanjut Muhamad Darwis, Mengungkap sejarah Al-munir ini cukup penting guna untuk mengingat para Jama’ah dimanapun berada, “Harapan saya agar para Jama’ah tidak lupa sejarah dan yang sangat penting adalah Jama’ah bisa punya rasa/ memiliki tanggung jawab atas terbentuknya Ponpes ayatim Miftahul Munir ini,”Tuturnya.

Masih kata Darwis pondok sekarang sudah berdiri Kokoh anak asuh yang mukim sudah sekitar 24 anak yatim Piatu dan Du’afa namun bila total keseluruhan anak asuh yang mukim dan yang tidak berdasarkan data setiap santunan sekitar kurang lebih 111 Anak,”.

“Saya ingin semua rekan atau saudara Almunir baik di luar maupun yang di dalam bisa bangkit kembali mampu mengompa semangat kembali masing-masing hingga rasa tanggung jawab tentang berlangsungnya kehidupan anak yatim yang layak baik pendidikan maupun kehidupan sehari-hari yang berada di bawah Naungan Ponpes Miftahul Munir,” timpal M. Darwis yang di nobatkan sebagai Bendahara Umum itu.(Utsman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *