Tindaklanjuti Aduan Masyarakat, Bupati Pasbar Tinjau Lahan Sengketa Masyarakat Manggonang dengan PT. Anam Koto

Kontras independent Media sarana Restorasi Dan Informasi Publik

Www.kontras Independent.com

Kontras independnet_Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Hamsuardi bersama stakeholder terkait lainnya, meninjau secara langsung lahan perkebunan masyarakat Manggonang yang bersengketa dengan PT. Anam Koto, Selasa (18/1) di Jorong Sungai Tanang, Nagari Sungai Aua, Kecamatan Sungai Aur. Kab pasaman barat.

Saat peninjauan Yang dilakukan Bupati Bersama, karena Sudah banyaknya aduan dari masyarakat Manggonang, mengenai lahan mereka yang di claim Dan di rusak dan bunuh diduga oleh Pihak Pt. Anam Koto sebagai Hak Guna Usaha (HGU) perusahan itu.

Bupati pasaman barat HHamsuardi mengatakan “Hari ini kita berada di lokasi Lahan yang dipermasalahkan masyarakat Manggonang dengan PT Anam Koto. Saya telah melaksanakan peninjauan, dan telah melihat secara langsung bagaimana keadaan disini”, kata Hamsuardi.

Berdasarkan pengakuan dari beberapa masyarakat yang turut serta mendampingi bupati, bahwa dulunya lokasi tersebut adalah tanah milik masyarakat yang digunakan sebagai lahan perkebunan.Dan pertanian tanaman pangan Seluas 200 ha Kata H Basrah lubis.

Juga salah seorang dari ibuk2 Yang berada Di lokasi ini menjelaskan, dia sejak kelas 5 SD sudah ikut menanam padi bersama orangtuanya. Bapak yang tadi juga menjelaskan adanya pohon karet sejak tahun 68 yang sengaja dipertahankan sebagai bukti kalau lahan itu adalah lahan keluarga mereka,” ucapnya.

Bupati berharap masyarakat Manggonang tetap tenang. Ia berjanji akan membantu menyelesaikan sengketa dengan PT. Anam Koto secepatnya. Pihak PT. Anam Koto akan diundang dan duduk bersama agar permasalahan dapat terselesaikan.

Disamping itu, Syakhwan seorang warga mengaku lebih kurang 20 tahun telah berkebun dilahan itu. Ia memiliki lahan seluas 1 hektar, yang dulunya ditanami padi.

“Orang mengatakan telah diukur, kita tidak pernah tahu, tidak pernah melihat juga. Perusahaan membunuh sawit, menebangi pohon durian milik warga bahkan membakar pondok kebun milik warga”, keluh syakhwan.

Bupati Hamsuardi juga meminta dinas terkait, untuk menugaskan anggota yang akan berjaga di kawasan noperkebunan itu. “Siapapun pelakunya, sawit dan tanaman lainnya dilarang untuk ditebang dan dibunuh paksa,”tegasnya.
H Basrah Lubis Saat di wawancara oleh tim invetgasi Kontras TV Independent Di sungai Aur Pasaman berat 18 januari 2022,
menjelakan bahwa lahan yang di klem pihak PT Enam itu Lahan Tersebut sudah Di milik Dari Turun temurun Nenek moyang Kami Dan sudah Menjadi Kampung Masyarakat, hidup puluahan tahun di situ, dan Juga sudah mejadi Kebun , dan Sawah Ratusan ha, yang Hancurkan Oleh PT Enam koto,sehingga kami kehilangan mata Pencaharian. Untuk hidup kata ,H basrah lubis.

Keterangan Foto by burhan sikumbang Team Koin

Eric menejer PT. Enam Koto Saat di hubungi Di kantor Perkebunan Tidak Berada di tempat, di telp Tidak mengangkat Di SMS tidak membalas.(Burhan Sikumbang )




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *