Wahidin Halim Ngumpet, Kursi Gubernur Banten di Duduki Ribuan Massa dari Buruh

Bay Foto Ismail: Massa Geruduk Kantor Gubernur Banten.

www.kontrasindependent.co Banten- Aksi tuntutan yang semula sudah meredam itu kembali mencuat setelah Gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan merevisi kenaikan UMP sebesar 5,1 persen atau Rp 225 ribu lebih.

Ribuan buruh di Banten kembali melakukan aksi unjuk rasa menuntut Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) merevisi kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2022.'”Kita ingin UMP naik, masa’ Jakarta naik, Banten enggak bisa,” kata salah satu orator di mobil komando, Rabu (22/12/2021).

Ribuan masa buruh dari berbagai serikat buruh itu datang pada pukul 14.00 WIB memblokir empat lajur jalan di depan kantor Gubernur Banten hingga saat ini pukul 16:30 WIB.

Akibat aksi tersebut petugas kepolisian yang berjaga di sekitar lokasi demonstrasi mengalihkan arus lalu lintas ke Jalan Pandeglang-Serang karena Jalan Syekh Nawawi lumpuh diblokir massa buruh.

Ketua Serikat Pekerja Nasional (SPN) Banten Intan Indria Dewi mengatakan, seharusnya Gubernur Banten lebih melihat pada aspek kemanusiaan dibandingkan dengan berpatokan pada PP nomor 36 tahun 2021.

“Tidak hanya Gubernur Jakarta, Gubernur Sumatera Barat, Gubernur Jawa Timur. Sehingga Gubernur Banten tidak ada ketakutan untuk merevisi SK UMK,” katanya.Menurutnya, kenaikan UMK dapat naik 5,4 persen. Hal itu dinilai ideal dengan kondisi perekonomian dan inflasi di Banten.

“Masih kita aksi menuntut agar gubernur merevisi UMK yang berlaku,” tambahnya. Kesal tak ditemui oleh Gubernur Banten mereka menerobos paksa gerbang utama menuju ke Kantor Gubernur Banten.

Para buruh ingin berdialog untuk memperjuangkan haknya. Penerobosan gerbang utama menuju Kantor gubernur itu berawal dari dorong-dorong dengan Polisi.

Jumlah buruh yang banyak mampu menghalau barisan Polisi Sehingga, ratusan buruh mampu merangsek melewati gerbang utama, usai dibuka oleh petugas keamanan Pemprov Banten. Saat ini mereka berorasi tepat di halaman kantor gubernur.

Tidak hanya sampai di situ, para buruh juga sampai masuk ke dalam ruangan Gubernur Banten serta duduk-duduk di kursi Gubernur seraya bersandiwara memposisikan dirinya sebagai seorang Gubernur Banten. “Saat aksi buruh berlangsung di ruangan, Gubernur Wahidin Halim tak terlihat alias ngumpet, ” ujar seorang pendemo. (Ismail Marjuki)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *