Pernyataan Wabub dan Humas AKD Memicu Kontroversi Media dan LSM

Ket foto: Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto saat di wawancara media.

www.kontrasindepndent.co Malang- Wakil Bupati Malang, Drs. Didik Gatot Subroto, SH.MH membuka pelaksanaan Rapat Kerja Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Malang tahun 2021 di Savana Hotel and Convention, Kota Malang, Sabtu-Minggu(20- 21/11) malam.

Wabub menyambut baik atas dilaksanakannya Rapat Kerja, yang tentunya sangat positif dan bermanfaat. Pasalnya, melainkan sebagai wadah memperkuat koordinasi dan silaturahmi antar kepala desa, AKD ini dapat dijadikan sebagai sarana berbagi pengalaman positif dalam menjalankan roda pemerintahan desa, sekaligus menyatukan persepsi dalam rangka meningkatkan kapasitas aparatur Kepala Desa, demi terwujudnya penyelenggaraan pemerintahan desa yang transparan, profesional, efektif, efisien dan akuntabel.

Didik juga menyampaikan bahwa Kabupaten Malang adalah salah satu daerah dengan mayoritas wilayah berupa kawasan pedesaan.Dengan total 378 desa, tentunya arah pembangunan di Kabupaten Malang juga difokuskan pada pembangunan kawasan pedesaan.

Tentunya peran Kepala Desa menjadi sangat penting guna menyukseskan agenda pembangunan desa agar sejalan dengan visi misi Pemerintah Kabupaten Malang.imbunya.

Di sela kegiatan tersebut Didik di wawancara beberapa awak media dalam pernyataannya ada kalimat yang kurang sesuai di dengar yaitu terkait wartawan yang memakai bahasa di duga itu di katankan kurang baik.

Sedangkan dalam kaidah Jurnalis itu bahwa wartawan tidak boleh menjastise jadi sesuai kode etik wartawan dalam menjalankan tugas harus menghargai praduga tak bersalah.

Satu hal lagi yang cukup mencederai awak media Sambutan dari Kades Poncokusumo M. Irwan selaku Humas AKD Se-Kabupaten Malang dimana dalam Pernyataanya ada wartawan Silaturrahmi, ada wartawan Bodrek, ada wartawan proposal dan ada wartawan tukang Peras.Dari pernyataan tersebut memicu kontroversial dan tercederai wartawan dan LSM karena nampaknya Imege wartawan sangat buruk dan Humas AKD tersebut bisa mengkategorikan wartawan ada 4 Macam.

Berdasarkan pernyataan tersebut dari beberapa media melakukan konfirmasi langsung pada yang bersangkutan salah satunya Ketua Regional Kontras Independent Ahmad Dahri konfirmasi via TLP pada Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto terkait steatmanya yang beredar Vidionya saat di wawancara beberapa awak media kemarin di Hotel Savana.Didik menjawab bahwa komentarnya di tujukan pada oknum wartawan yang notabene terkadang ada media tanpa konfirmasi tiba-tiba muncul berita yang di duga.

Seharusnya menurut Wabub agar hubungan Kepala Desa dan kepala desa tetap baik berharap pada rekan jurnalis bila ada peasalahan perlu di klarifikasi dulu yang benar katakan benar yang salah katakan salah, Pinta dia.

Sedangkan pernyataan Kades Poncokusumo yang terkesan Menjustice jurnalis di konfirmasi salah satu media menjelaskan bahwa Pernyataanya juga tertuju pada oknum wartawan bukan untuk Jurnalis yang memang menjalankan tugasnya sesuai UU, apalagi sebutan wartawan Bodrek atau tukang peras itu saya tujuakan pada pelaku oknum wartawan,”Ujar Humas AKD itu.(Tim Koin )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *