Syarifudin Camat Ciledug Tangerang Sudah Menegur dan Menemui Oknum Yang di Duga Terkait Pungli

KontraS Independent Media Sarana Restorasi Media Sarana Informasi Publik.

Camat Ciledug Sudah Menegur dan Menemui Pelaku Dugaan Pungli Oknum Lurah Terjadi di Wilayahnya

Www.kontrasindependent.com 08 Agustus 2021 – TANGERANG – Camat Ciledug Syarifudin membenarkan video viral dugaan pungutan liar (pungli) saat masyarakat meminta keterangan waris, terjadi di wilayahnya.

Diketahui video amatir viral di berbagai media sosial.

Video berdurasi 1 menit 58 detik itu menunjukan adanya percakapan antara orang yang diduga seorang lurah di Paninggilan Utara dengan dua orang masyarakat.

Saat itu kedua orang tersebut hendak meminta tanda tangan lurah untuk keterangan waris.

Namun dalam percakapannya, orang berseragam khaki tersebut meminta sejumlah uang.

“Masalah video yang viral karena indikasi pungli, yang diduga dilakukan salah satu oknum kelurahan Paninggilan Utara, terjadi di minggu – minggu ini, tepatnya hari apa saya belum bisa memastikan, dan memang ada kejadian semacam itu,” ungkap dia saat dijumpai KOIN di kantornya, Jumat (6/8/2021).

Kata dia, terkait kebenaran tersebut dirinya telah melakukan penelusuran di lapangan.

“Saya sudah mulai telusuri kaitan dengan kejadian itu, dan mudah mudaham kita bisa tau pokok permasalahan yang terjadi sampai pada informasi pungli yang dilakukan oleh salah satu oknum yang ada di kelurahan Paninggilan Utara,” ujarnya.

MEDIA SARANA RESTORASI & INFORMASI PUBLIK

Syarifudin menjelaskan ihwal kronologi kejadian tersebut.

Menurut dia benar adanya masyarakat mendatangi kelurahan untuk meminta tanda tangan ahli waris.

“Kemudian ada indikasi dari oknum tersebut meminta sejumlah uang, dan memang warga tidak memiliki uang tersebut,” jelasnya.

Dia memastikan untuk saat ini yang bersangkutan juga telah diminta keterangan oleh BKPSDM Kota Tangerang.

“Informasi yang saya dapat, hari ini memang beliau sedang diminta keterangan oleh pihak kepegawaian,” jelasnya.

Namun Camat tidak memungkiri jika yang bersangkutan memang sempat sakit.

“Sebenernya memang sedang proses pengobatan yang panjang terkait penyakit gula yang dideritanya. Tensi tinggi, gula 700-an sehingga mungkin mempengaruhi daya pikir,” tukasnya. (Ismail Marjuki).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *