Roni Jurnalis : Upaya Bantu Korban Terpapar Covid, Sayang Nyawa Tak Tertolong

Roni Seorang Wartawan Sedang Bantu Korban Covid Kemarin.

www.kontrasindependent.co Malang- Roni Seorang Wartawan yang tergabung di MOI (Media Online Indonesi) Malang Raya pada Minggu Malam perjuangakan Ibu Otto  yang sedang terpapar Covid 19, mulai pukul 11 dini Hari untuk mencarikan bantuan Ambulan dan yang notabene pada penuh Rumah Sakit.

Roni di konfirmasi Senin 12/7 menjelaskan pihaknya mendatangi beberapa rumah sakit mulai dari Supra’un, RS Aisyiah, ambulan ada akan tetapi RS. Penuh dan  Persediaan Oksigen menipis akhirnya mendatangai RSSA Malang Kota bisa terima pasien, namun sayangnya setelah beberapa menit di periksa Korban sudah tidak bisa tertolong keburu menghembuskan nafas terlahir.
Ambulan RS Aisyiah Ada Namun tak bisa di gunakan krn pasyien penuh.

korban bernama Ibu Otto tinggal Jl. Terusan Mergan Raya No.12  RT008/RW 011  Tanjung Rejo, Kecamatan Sukun meninggal Positip Covid-19 sedang antrian di IGD RSSA sekitar pagi pukul 02.00 WIb.

Sejak siang sudah ke Rumah Sakit dalam Kota Malang tetapi ditolak dalam bahasa yang baik mengatakan IGD dan Ruangan Penuh diminta antrian, diminta utk diinfus juga tdk bisa, sehingga di bawa pulang ke rumah.
Menurut Roni “Saya dihubungi dan sudah WA di berbagai group untuk bisa menolong ibu ini.

Kawan-kawan dari relawan dan wartawan yang tergabung dl Media Online Indonesia (MOI) Malang Raya sudah membantu dan berusaha ke semua RS juga penuh.

Di RSSA Ambulance ada yg rusak ada yang tidak bisa keluar, karena digunakan pasien yg antri dalam ambulance.
Kawan2 Relawan/Wartawan tadi malam menghubungi Camat/Lurah tapi hp nya tidak aktif untuk bisa membantu.
Khirnya Kawan-kawan ke rumah/lokasi sekitar jam 11 mlm sampe 01.00 pagi menunggu ambulance tdk ada, akhirnya menggunakan grab.
Petugas datang ke rumah korban senin pagi 12/7/21.

“Saya hubungi dr. Syifa dan beliau minta untuk di bawa ke RSSA walaupun antri. Ironisnya, setelah 30 mnt sampai di IGD RSSA antri, tetapi jiwanya tidak tertolong karena drop jam 02.00 WIB menghembus nafas terakhir,” Ungkapnya.

Sangat di sayangkan terlontar dari Wartawan yang tergabung di MOI “Keselamatan jiwa masyarakat itu hukum tertinggi, akan tetapi kenyataan di Kota Malang tidak berlaku hukum itu….tks,” dengan nada kesal.

Dari kejadian tersebut pagi ini Senin 12 Juli 2021 petugas Keluarahan, Koramil dan petugas satgas Covid mendatangi rumah Korban. (Utsman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *