Gawat !!! kajari Padangsidimpuan Bentuk tim Pidsus dugaan Korupsi Alat musik tahun 2020 Pada dinas pendidikan

Foto by Tim KoiN Regional Regional Sumatera Utara

KontraS Independent Media Sarana Restorasi & Media Sarana Informasi Publik.   

www.kontrasindependen.com – 25 Juni 2021 – Sidimpuan Sumatera Utara – Kejaksaan Negeri (Kejari)  Padangsidimpuan  Akan mulai  melakukan penyelidikan  dugaan korupsi  pengadaan Alat musik tradisional  pada dinas pendidikan kota Padangsidimpuan Sebesar 2,9 M  tahun 2020  dan adanya dugaan tender fiktif pada kegiatan pengadaan peralatan seni budaya SD dengan nilai pagu Rp. 696 Juta  pada tahun yang sama terdapat pengadaan barang yang hampir sama pada dinas pendidikan yakni pengadaan alat kesenian senilai Rp.2,25 Milliar dengan total keduanya Rp.2,9 Milliar lebih 

Kepala kejaksaan negeri Padangsidimpuan (Kajari) Hendri Silitonga SH.M.H  didampingi  Kasipidsus Yuni Hariman , SH.MH,bersama Kasi intel  Sonang Simanjuntak SH.M.H  saat ditemui diruang kerjanya ,Jumat ,(25/6/2021)   mengatakan, pihaknya segera  Membentuk  tim pidsus  untuk melakukan penyelidikan  terkait dugaan korupsi Alat kesenian tradisional tahun 2020 sebesar 2,9 Milliar Pada dinas Pendidikan kota Padangsidimpuan    

Lanjut  Kajari  , ” Hari ini saya sudah menandatangani Surat Perintah Penyelidikan sekaligus   melayangkan Surat pemanggilan kepada  pihak pihak terkait  yang menangani kegiatan pengadaan alat musik tradisional   tersebut pada dinas pendidikan kota Padangsidimpuan  untuk nantinya dimintai keterangan.

Menurut dia, dugaan korupsi datang dari laporan masyarakat yang diterima. 

Mantan koordinator  Pidsus Kejatisu  yang banyak  menangani  kasus  pengadaan Alkes disumut ini mengatakan  dari informasi yang diberikan masyarakat, menyebutkan bahwa proyek itu di duga  fiktif. Sehingga, pihaknya akan   melakukan pemanggilan  kepada sejumah  Orang  terkait pengadaan Alat musik tahun 2020  untuk   kita periksa dan di mintai keterangan dengan tetap mengedepankan Azas Praduga tak bersalah ” katanya.

sebelumnya Puluhan massa mengatas namakan Barisan Orator dan Aktivis Muda Padangsidimpuan menggelar demo di Dinas Pendidikan Kota Padangsidimpuan terkait Proyek pengadaan alat kesenian tradisional didinas pendidikan Kota Padangsidimpuan senilai 2,9 Milliar pada tahun anggaran 2020 yang kedua item tersebut diduga fiktif. Kamis, (24/06/2021) kemarin.

Kontras Independent Media Sarana Restorasi Media Sarana Informasi Publik

Massa Aksi langsug menggelar orasi dan membentangkan spanduk serta karton manila di depan dinas pendidikan jalan A.H.Nasution Palopat Maria. Ketua Barisan Orator dan Aktivis Muda (Basoka), Karim Pohan dalam dalam orasinya mengatakan adanya dugaan tender fiktif pada kegiatan pengadaan peralatan seni budaya SD oleh CV. AZ yang beralamat di Kabupaten Bandung dengan nilai pagu Rp. 696 Juta dan juga pada tahun yang sama terdapat pengadaan barang yang hampir sama pada dinas pendidikan yakni pengadaan alat kesenia senilai Rp.2,25 Milliar dengan total keduanya Rp.2,9 Milliar lebih 

“Pengadaan alat kesenian tersebut patut dicurigai ada yang tak beres sebab setiap tahun ini dianggarkan dan itu-itu saja seperti sudah kebiasaan. Selain itu alatnya ini tidak kita lihat dimana posisinya” Kata Karim Pohan.

Karim Pohan menambahkan, pihaknya sudah menginvestigasi beberapa sekolah dan tidak menemukan alat kesenian tersebut padahal anggarannya jika dijumlahkan maka semua sekolah akan penuh sebab hampir tiap tahun proyek tersebut digelontorkan. Dan tahun anggaran 2021 dinas pendidikan Kota Padangsidimpuan juga menampung anggaran pengadaan alat pelestarian kesenian tradisional senilai Rp.671 Juta .

“Dari penelusuran yang kami lakukan tidak ada ditemukan alat tersebut di sekolah dasar, maka kuat dugaan pengadaan alat fiktif” Tegas Karim Pohan.

Sementara itu, Kadis Pendidikan Kota Padangsidimpuan, Lutfhi Siregar menanggapi hal tersebut mengungkapkan pihaknya siap untuk dilaporkan jika bisa membuktikan kasus pengadaan alat kesenian tersebut “Silahkan dibuktikan dan laporkan” Kata Lutfhi Siregar.(BR).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *