Bimtek kepala Desa di Medan di Duga Menghamburkan Uang Negara di Tengah Pandemi.

KontraS Independent Media Sarana Restorasi & Media Sarana Informasi Publik.

Www.kontrasindependent.com – 25 – Juni – 2021 – Mandaling Natal Sumatera – Kegiatan pelaksanaan bimbingan teknis (BIMTEK) kepala desa kabupaten Mandailing natal.mendapat sorotan dari berbagai pihak,salah satunya Kontras independent Madina yang menduga kegiatan tersebut syarat kepentingan dan lahan bisnis para oknum yang tidak bertanggung jawab.

Ketua Kontras independend Madina,hamsar Lubis menyebutkan digelarnya kegiatan bimtek kepala desa yang berlangsung ditengah pandemi covid-19 saat ini menimbulkan kehawatiran akan munculnya kluster baru dikarenakan kegiatan itu dilakukan didaerah yang ter masuk dalam zona merah.

Pasalnya,selain menjadi ajang bisnis kegiatan bimtek yang berlangsung dua hari di hotel gria dan fave hotel kota medan.ini diduga penuh unsur dari paksaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab.dimana setiap desa diwajibkan turut serta untuk mengikuti acara bimtek tersebut.

“Patut kita pertanyakan apa urgensinya bimtek kepala desa itu,apalagi dilakukan ditengah pandemi,ironisnya sejumlah kepala desa mengaku dipaksa karena harus membayar uang sebesar 5 juta per orang dan ini menimbulkan kesan menghambur hamburkan uang negara saja dan sama sekali tidak ber mamfaat ,kata ketua kontras independend Madina.

Menurut ketua kontras ,ditengah sulitnya situasi ekonomi saat ini,sebaiknya anggaran bimtek yang cukup besar itu bisa dibuatkan bantuan langsung kepada masyarakat yang membutuhkan terutama bagi mereka yang terdampak pandemi covid-19 yang saat ini semakin mewabah di negara kita.

“Coba uang segitu banyak dikumpulkan dan dibagi kepada masyarakat yang kurang mampu,pasti mereka sangat senang karna ber mamfaat bagi kehidupan mereka.

Ketua kontras menyebutkan bahwa,hal yang patut dipertanyakan adalah,anggaran dana desa yang belum cair namun kegiatan bimtek tersebut sudah di gelar.sehingga diduga terindikasi adanya permainan oleh sejumlah oknum untuk kepentingan kantong pribadinya.

Padahal gubernur Sumatra Utara (Sumut) Edy Rahmayadi,memintak para kepala desa agar menggunakan dana desa dengan baik dan bijak,tepat sasaran.seperti pembangunan didesa,bukan bimbingan teknis (bimtek) yang hanya menghabiskan uang,namun lebih diprioritaskan untuk hal hal yang lebih produktif dengan cara mengoptimalkan potensi desanya masing masing.

Untuk itu, hamsar menegaskan agar masalah ini perlu mendapat perhatian serius dari bupati Mandailing Natal sesuai dengan UU permendes no 7 tahun 2020 yang dengan tegas disebutkan bahwa prioritas anggaran dana desa dimasa pandemi covid-19 ini untuk bantuan langsung tunai (BLT) dan menggunakan per ekonomian rakyat yang terdampak pandemi covid-19

Dan kontras berharap kepada Bupati Mandailing Natal agar dapat mempertanyakan kegiatan tersebut dengan memanggil pihak terkait ya itu oknum oknum ASN dilingkungan Pemkab Madina,(Lubis KoiN).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *