Trobosan Baru Disnaker Malang Gandeng LSP Berikan Sertifikasi Tuk Cleaning Service

www.kontrasindependent.com

02-maret-2021

Kontras Independent Malang- Sehubungan dengan 100 hari masa kerja Bupati Malang dan Wabub melalui Dinas Tenaga Kerja menggelar rapat koordinasi kerjasama dengan LSP (Lembaga sertifikasi Profesi) untuk mengadakan sertifikasi pada pekerja cleaning service yang ada di Kab Malang,agar. Mereka miliki sertifikat pengalaman kerja.

Program tersebut untuk mendukung 100 hari bupati Drs. M. Sanusi dan Wabub Ir. Didik Gatot Subroto yang di ikuti oleh HRD perusahaan kurang lebih ada 20 orang yang hadir dari berbagai perusahaan.

Dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Drs. Yoyok Wardoyo di konfirmasi di kantornya yang beralamat Jl. Trunojoyo No.Kav. 3, Ngadiluwih, Kedungpedaringan, Kec. Kepanjen, Malang, Jawa Timur 65163. Menjelaskan bahwa agenda tersebut untuk mengangkat legalitas para pekerja klening servis agar memiliki Sertifikat, artinya biar nantinya punya bukti pengalaman kerja.

Pihaknya membenarkan yakni kerja sama dengan LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) guna mengangkat harkat dan martabat saudara kita yang bekerja sebagai cleaning service.

Kegiatan tersebut di gelar di gedung LTSA (Layanan Terpadu Satu Atap) Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Malang.

Sementara itu, Direktur LSP Cleaning Service Nusantara, Hesnud Daulah ZA, M.Psi, Psikolog menjelaskan, waktu pelaksanaan ujian kompetensi ini diperkirakan April 2021. Lamanya satu hari. Untuk jumlah pesertanya, pihaknya menunggu data dari masing-masing instansi dan perusahaan.

sebagai informasi, sejak berdiri tahun 2016 hingga 2020, LSP ini menguji dan mengeluarkan sertifikasi untuk 6 ribu cleaning service.

“Baru nanti kami laporkan ke Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk kuotanya. Jadi nanti akan dilakukan secara bergelombang untuk ujian kompetensinya,” kata Hesnud usai rapat koordinasi.

Hesnud menjelaskan, beberapa hal yang akan diujikan berupa teori dan praktik. Ujian praktik merupakan kegiatan yang dikerjakan sehari-hari. Dia mencontohkan, jika penyedia jasa kebersihan biasa membersihkan toilet, maka yang diujikan adalah cara membersihkan toilet.

Dia menyambut baik terobosan dari Disnaker ini. Karena mendukung program nasional yakni SDM Unggul Indonesia Maju. Sehingga nanti dia berharap, para cleaning service di Kabupaten Malang memiliki keterampilan yang diakui melalui sertifikasi kompetensi. Apalagi digelar secara gratis.

Pasalnya, jika berbayar, untuk ujian kompetensi dikenakan biaya Rp 500 ribu.
“Untuk ujian kompetensi reguler cleaning service. Nanti yang kami ujikan kompetensi reguler,” tandasnya. (Utsman)








				

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *