Miris !! Hingga Bupati Bupati Madina berlinang air mata mengetahui Veteran yang tempat tinggalnya ternya Sebuah rumah Gubuk

Veteran 45 yang hanya tinggal di rumah gubuk dengan usia yg senja foto by tim KoiN Regional Sumatera.

KontraS Independent Media Sarana Restorasi & Media Sarana Informasi Publik.

Www.Kontrasindependent.com – Penyabungan – Bupati Mandailing Natal Drs.H.Dahlan Nasution terkejut manakala Jumat 09/01 malam itu menerima tamu mendadak seorang Veteran kemerdekaan berusia 92 tahun.

Zainal Bahri seorang Veteran pejuang kemerdekaan melampaui dua kali agresi dan Revolusi juga Revormasi, masih dapat hidup dengan oksigen masa transisi sosial saat ini.

Adalah Zainal Bahri, dengan jabatan komandan pleton dizaman perang kemerdekaan dan tentara semut di zaman Jepang, menyambangi rumah dinas Bupati Mandailing Natal yang didampingi olek ketua Kontras independen wilayah Madina Hamzar Lubis beserta Agus Suheri SH selaku Penasehat Hukum kelembagaannya.

Kunjungan dadakan ini menimbulkan sedikit insiden perdebatan antara Dahlan dengan Hamzar, ini berawal karena Dahlan kaget mendapatkan kunjungan mendadak pada malam hari, sebap yang datang adalah seorang veteran pejuang kemerdekaan. “Kenapa tidak siang tadi dibawa..? Ini ayahanda ini sudah tua, kan kasihan kalau sampai malam begini..! (Protes Dahlan berlinang air mata) Hamzar menjelaskan bahwa ini sesuai permintaan sang mantan serdadu, karena veteran ini tidak mau mengganggu waktu bupati dijam pelayanan rakyat ‘ jawab ketua kontras Independent wilayah Madina ini.

Pertemuan dadakan yang hikmat ini juga mengejutkan Dahlan setelah mendapat kabar dari salah satu tamu malam itu bahwa Zainal Bahri sang Veteran kemerdekaan ini hidup bersama istrinya dalam sebuah gubuk yang tidak layak huni.

Keluarga besar KoiN Menggucapkan Selamat Tahun Baru 2021.

Dahlan yang menerima informasi dan foto rumah reot sang Veteran, langsung memerintahkan camat Batahan untuk meninjau dan menghitung anggaran biaya pembangunan rumah tersebut pada hari ini (Sabtu 10/01)

Perlu diketahui bahwa pak Zainal Bahri mendatangi kantor pusat kendali kontras independen wilayah Madina dari sebuah desa di pedalaman kecamatan Batahan, kabupaten Madina provinsi sumatera Utara, untuk menceritakan kegelisahannya terhadap penguasaan lahan seluas 12.000 ha oleh perusahaan perkebunan tanpa memikirkan kelangsungan perkebunan rakyat didaerahnya. (A.siregar-kontributor koin Madina).

MEDIA SARANA RESTORASI DAN MEDIA SARANA INFORMASI PUBLIK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *