Polemik Limbah Babi kelurahan Cempokomulyo Panjen Malang Semakin Memanas,Ada apa ?

Foto saat dilokasi by Team KoiN”KontraS Independent”.

KontraS Independent Media Sarana RESTORASI dan Media Sarana Informasi PUBLIK.

Www.Kontrasindependent.com – 19 – Agustus – 2020 – Panjen Malang Jawa Timur – Lagi-lagi ramai di perbincangan kalangan Medsos Limbah Babi Cempokomulyo yang diberitakan oleh beberapa Media, Permasalahan keresahan warga yang tercemari oleh limbah babi yang aliranya di buang ke sungai penduduk hingga membuat warga gerah & merasa dirugikan atas pencemaran sungai tersebut.hingga berita ini di terbitkan sudah beberapa kali sidak namun sampai saat ini belum diketahui hasilnya padahal banyak yang ditemukan hal-hal yang tidak sesuai dengan Prosedur.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan pihak Instansi terkait melalui via telefon seluler,Yahya yang berdomisili di Kota Kediri pemilik peternakan babi sebagai penanggung jawab saat Mengatakan agar tidak diberitakan lagi di media Online dikarenakan UD BISA adalah pengusaha bahan pokok dan ketahanan pangan,”Kami mohon teman-teman agar tidak memberitakan ini lagi biar tidak memperkeruh keadaan dan situasi lagi”,ungkapnya ke awak media via tlfn … Aneh Limbah pencemaran Sungai yang diberitakan jawabnya bahan pokok dan ketahanan Pangan yang di lontarkan …. Ada ada … ???

Foto by team KoiN Malang Jawa Timur.

Menurut info yang beredar ditelinga kalangan wartawan, bahwa kasus pembungan limbah babi ini tengah dilakukan penyelidikan oleh Polres Malang. Bahkan menurut info pihak pengelola ternak babi sempat dipanggil oleh Polres Malang. Namun panggilan itu tidak diindahkan. Info yang beredar pihak pemilik akan dipanggil ulang oleh Polres Malang.

Menurut keterangan petugas gabungan yang terdiri dari pihak kepolisian dan Sat Pol PP kala itu sidak ke kandang babi tepatnya tanggal 6 Agustus 2020 banyak ditemukan pengelolaan limbah tidak sesuai prosedur. Semua itu hanya dijadikan pajangan saja.

“Kolam yang seharusnya dipergunakan mefilter atau menyaring kotoran supaya mengendat ternyata tidak dipergunakan. Hanya ada kolam, namun tidak dimanfaatkan. Kemudian untuk pembakaran babi-babi yang mati itu ternyata tidak dimanfaatkan, melainkan dibuang kesungai. Dugaan ada main mata dengan Dinas Perijinan,” ujarnya yang enggan disebutkan namanya.

Ditempat terpisah Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Malang Budi Iswoyo saat dikonfirmasi melalui telepon seluler dan pesan WhatsApp menjawab pertanyaan wartawan. Kendati terlihat Online namun tidak dijawab, diduga tutup mata,(HsN/Team KoiN).

Bersambung …………….

Salam Hormat Pimpinan Redaksi Fathur Rochman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *