Polres Pasuruan akhirnya beberkan Proses penggebrekan tempat Produksi Narkotika jenis Sabu-sabu

Foto Barang Bukti Yang di perlihatkan ke publik

KontraS Independent Media Sarana Restorasi dan informasi Publik

Kontras independent.com – 19 – Febuari – 2020 –
Pasuruan -Polres Pasuruan akhirnya membeberkan proses penggerebekan tempat produksi narkoba jenis sabu di Perumahan Alam Sejahtera No. 45, Taman Dayu, Desa Ketanireng, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.
Tim Satresnarkoba menangkap 9 orang dengan profesi berbeda-beda, “Setelah proses pengembangan, dalam kasus home industri sabu-sabu ini kami membekuk 7 tersangka, mulai dari pemasok prekursor (bahan baku), pembuat dan pengedar sekaligus kurir sabu-sabu,” Ujar Kapolres AKBP Rofiq di lokasi TKP, pada Hari Senin (17/2/2020).


Peracik pembuatan sabu sendiri ada dua orang, yaitu oknum LSM bernama Yusuf (32), warga Dusun Gelang, Desa Tawangrejo, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dan Suwandi (38), warga Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya.
“Pemasok prekursor dalam produksi sabu itu adalah Hidayatus Sholikhin (35), warga Dusun Banjaran, Desa Tempurejo, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, selain mengamankan semua jenis perkusor pembuat sabu-sabu, kami mengamankan barang bukti sabu siap jual seberat 20,39 gram,” Lanjut AKBP Rofiq.

Foto Logo BNN Pusat


Tersangka yang bertugas sebagai pengedar antara lain Siswanto (38), seorang oknum advokat asal Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan dan oknum wartawan bernama Hananto (47), warga Dusun/Desa Bunut, Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban.
Kemudian Andik Harahap, warga Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Andi Ismail, warga Dusun Ngadimulyo, Desa Suwayuwo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan; Samuel (49), warga Madyopuro, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang serta Heru Sukarianto (41), warga Dusun Jetak, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan.


“Para tersangka ini pemakai aktif sabu, dan mereka ini  belajar dari seminar seminar penanggulangan peredaran narkoba yang diikuti, setiap kali produksi mereka mampu menghasilkan sabu sabu 200 gram,” beber Kapolres Pasuruan.
Untuk peredarannya, sindikat ini menyasar kota-kota besar yang berada di sekitaran Pasuruan, mulai dari Pasuruan sendiri, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto hingga Malang.pungkasnya .kepada awak media kontras inpendent.(andre h ).

Salam Hormat Pimpinan Redaksi Fathur Rochman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *