Sinergi media dan Lsm mojokerto siap adukan anggota polri yang melanggar kode etik saat bertugas

Www.KontraSindependent.com-Media Sarana Restorasi dan Informasi Publik-14-Spt-2019Mojokerto – Kejadian 3 oknum polisi dari Polsek Kulon Projo, Mojokerto yang dianggap tidak mempunyai etika dan terkesan arogan ketika mendatangi kantor media RepublikNews di Griya Perum Japan Raya Tahap IV. Jl. Yudho blok Uu. 8 Sooko Mojokerto, berbuntut panjang. Pimpinan Redaksi (Pimred) Media RepublikNews, Simon Bunadi akan melaporkan kejadian itu ke Propam Polda Jatim.

Seperti penuturan Simon Bunadi ketika dikonfirmasi oleh awak media Sindikat Post terkait kejadian dikantornya.

“Waktu kejadian saya tidak ada di kantor, tapi memurut anggota saya yang lagi di tempat, (risky-indik), oknum tersebut masuk kantor dengan menyapa hallo, hallo langsung merangsak masuk ke kantor, dan nyelonong ke ruangan saya yang lagi terkunci, oknum menarik narik tuas daun pintu dengan menyebut nama sesorang yang di cari,” ungkap Simon melalui pesan Whatshap nomor pribadinya. Sabtu (14/9/2019) siang.

Ketika dikonfirmasi terkait kejadian, apakah yang dilakukan oknum polisi itu di dalam kantor, Simon mengatakan, pintu ruangannya berusaha dibuka paksa.

“Yang terbuka pintu depan, ruangan saya dan ruangan admin yang dituju, kebetulan terkunci. Gagang pintu ruangan saya dan ruangan sekertaris di oklek-oklek oleh oknum berusaha buka paksa,” ungkap Simon.

“Saya akan lanjutkan kejadian ini ke Propam Polda Jatim,” pungkas Simon.

Seperti dicuplik dari berita yang dimuat di media Republik News, Kejadian ini bermula pada hari Jumat (12/9/2019) sekira pukul 17.00 Wib, saat para wartawan Republik News lagi rehat dan berkumpul di depan kantor, datang 3 oknum anggota polisi.

3 oknum polisi dari polsek yang dipimpin langsung oleh kanit dan salah satunya anggotanya berinisial Y masuk menggrebek serta menggeledah ruangan serta gedor-gedor pintu ruangan pimpinan Redaksi dan Administrasi sambil sebut-sebut nama seseorang.

Saat itu Sempat ditahan oleh anggota wartawan yang ada di kantor tapi oknum tersebut tak menggubris dan langsung. Sementara waktu kejadian pimpinan media Simon Bunadi tidak ada di tempat.

Pada saat kejadian awak media Republik News bertanya maksud dan tujuannya, salah satu dari ke 3 oknum anggota tersebut mengatakan sedang mencari seseorang yang memfitnah dia, lantaran dalam persidangan kasus di Kejaksaan ada keterangan dari terdakwa bahwa Ia menerima uang suap, sehingga orang yang diduga terlibat dalam ranah tersebut lepas dari jeratan hukum.

Dari kejadian yang diungkap Pimred Simon Bunadi, perlu adanya tindakan Tegas dari Polda Jatim, karena hal itu bertentangan dengan slogan yang diusung Kapolri, Jendral Polisi Tito Karnavian, bahwa Polisi Indonesia harus PROMOTER (Profesional, Modern, Terpercaya) yang Melindungi, Melayani, Mengayomi Masyarakat.(Tim korespondent Cahyo)

By:KontraS Independent.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *